Kerja Kapal Ikan Jepang: Syarat, Kontrak, dan Risiko yang Harus Dicek

Kerja di kapal ikan di Jepang: hal yang perlu dicek sebelum berangkat

Deadline panjang tidak berarti slot-nya banyak.

Lowongan kapal perikanan Jepang di SISKOP2MI tercatat berlaku dari 11 Agustus 2026 hingga 11 Februari 2027. Namun, saat halaman diperiksa, jumlah lowongan yang tersisa hanya satu orang untuk pelamar laki-laki.

Artinya, masa pendaftaran yang panjang tidak menunjukkan besarnya kuota. Proses juga dapat ditutup lebih cepat ketika kebutuhan tenaga kerja sudah terpenuhi.

Sebelum melamar lowongan kapal ikan Jepang 2026, jangan hanya memeriksa gaji dan deadline. Pastikan kamu memahami pekerjaan, isi kontrak, biaya, serta jalur penempatannya.

Ringkasan Lowongan yang Tercantum

Lowongan tersebut dipublikasikan melalui SISKOP2MI oleh PT Srijati Gandasari untuk pemberi kerja Kochi Hitomaru Association di Jepang.

InformasiKeterangan
PosisiKapal perikanan
Sisa lowongan1 laki-laki
Usia18–60 tahun
PendidikanSMA/sederajat–sarjana
PengalamanTidak dipersyaratkan
BahasaBahasa Jepang level N4
Gaji¥200.000 per bulan
Fasilitas tercantumAkomodasi, penginapan, komunikasi, cuti, libur, lembur, dan asuransi
Masa berlaku lowongan11 Agustus 2026–11 Februari 2027

Data lowongan dapat berubah. Periksa kembali halaman resmi SISKOP2MI sebelum mengirim dokumen atau melakukan pembayaran.

Seperti Apa Pekerjaan di Kapal Ikan?

Pekerjaan kapal perikanan bukan pekerjaan yang seluruh aktivitasnya berlangsung di darat. Tugas dapat mencakup:

  • Menyiapkan alat tangkap;
  • Membantu proses penangkapan;
  • Menangani dan menyortir hasil tangkapan;
  • Membersihkan area kerja;
  • Membantu perawatan peralatan; dan
  • Menjalankan prosedur keselamatan di kapal.

Jenis pekerjaan sebenarnya bergantung pada kapal, metode penangkapan, serta jabatan yang diberikan. Karena deskripsi pada lowongan hanya menyebutkan “kapal perikanan”, pelamar perlu meminta job description tertulis.

Tanyakan juga apakah pekerjaan dilakukan dalam perjalanan singkat atau pelayaran panjang, bagaimana sistem shift, dan berapa lama pekerja berada di laut sebelum kembali ke darat.

Bahasa Jepang dan Kompetensi Teknis

Lowongan mencantumkan kemampuan bahasa Jepang level N4, meskipun bagian lain menuliskan kemampuan berbicara tingkat dasar.

Jangan menganggap N4 hanya digunakan untuk wawancara. Bahasa juga diperlukan untuk:

  • Memahami instruksi kerja;
  • Membaca tanda keselamatan;
  • Melaporkan kecelakaan;
  • Berkomunikasi dalam kondisi darurat; dan
  • Memahami aturan di atas kapal.

Lowongan memang menyebutkan bahwa pengalaman tidak dipersyaratkan. Namun, itu tidak otomatis berarti pelamar dapat berangkat tanpa pelatihan atau sertifikasi.

Konfirmasikan apakah kamu membutuhkan:

  • Pelatihan keselamatan kapal;
  • Sertifikat kompetensi tertentu;
  • Pemeriksaan kesehatan;
  • Dokumen pelaut;
  • Pelatihan teknis perikanan; atau
  • Sertifikat bahasa Jepang.

Minta penjelasan tertulis mengenai siapa yang menyelenggarakan pelatihan dan siapa yang menanggung biayanya.

Durasi Kontrak dan Wilayah Operasi Harus Jelas

Halaman lowongan tidak mencantumkan durasi kontrak maupun wilayah operasi kapal. Informasi ini harus diperiksa sebelum menyetujui proses.

Negara penempatan Jepang tidak selalu menjelaskan apakah kapal hanya beroperasi di perairan Jepang atau berlayar ke wilayah lain.

Pastikan kontrak mencantumkan:

  • Nama dan identitas kapal;
  • Bendera kapal;
  • Pelabuhan keberangkatan;
  • Wilayah operasi;
  • Lama pelayaran;
  • Durasi kontrak;
  • Masa percobaan;
  • Ketentuan perpanjangan;
  • Pemutusan kontrak; dan
  • Biaya pemulangan ke Indonesia.

Periksa juga apa yang terjadi jika kapal berpindah wilayah, kontrak dihentikan sebelum waktunya, atau pekerja harus dipulangkan karena sakit maupun kecelakaan.

Gaji ¥200.000 Belum Menunjukkan Pendapatan Bersih

Gaji pada lowongan tercantum sebesar ¥200.000 per bulan. Namun, halaman tersebut belum menjelaskan apakah nominal itu merupakan gaji kotor atau gaji bersih.

Sebelum menandatangani kontrak, minta simulasi tertulis mengenai:

  • Gaji pokok;
  • Perhitungan lembur;
  • Bonus jika ada;
  • Pajak;
  • Premi asuransi;
  • Biaya tempat tinggal;
  • Biaya makan;
  • Transportasi;
  • Pelatihan; dan
  • Potongan lainnya.

Jangan hanya bertanya, “Gajinya berapa?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Berapa jumlah yang diperkirakan masuk ke rekening setelah seluruh potongan?”

Setiap potongan harus memiliki dasar, nominal, periode, dan pihak penerima yang jelas.

Akomodasi dan Asuransi Belum Tentu Gratis

SISKOP2MI mencantumkan akomodasi, penginapan, komunikasi, cuti, libur, lembur, dan asuransi sebagai fasilitas.

Namun, kata “fasilitas” belum menjelaskan:

  • Apakah diberikan gratis;
  • Apakah dibayar lebih dahulu oleh perusahaan;
  • Apakah biayanya dipotong dari gaji;
  • Berapa nilai potongannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest In News